Beberapa laptop yang dijual diawal memang diberi keleluasaan untuk mengupgrade OS ke versi di atasnya, meskipun juga sering tidak dimungkinkan. Hal ini karena OS yang lebih tinggi memerlukan spek hardware yang lebih baik. Tentunya bila ingin mengupgrade OS ke versi yang lebih tinggi harus mengecek spesifikasi laptop tersebut apakah sesuai dengan OS yang akan diupgrade tersebut.
Memang sih OS yang lebih tinggi versinya menawarkan performa yang lebih baik, ada perbaikan disana sini, sehingga biasanya tampilannya juga bagus. Dalam banyak hal OS yang lebih baru juga menjadi prasyarat dari beberapa aplikasi yang memang komponennya dibuat dengan backbone software yang lebih baru. Meskipun kadang bisa disiasati dengan opsi update, namun kadang tidak memungkinkan, dan hanya bisa dengan upgrade OS baru bisa terselesaikan.
Walaupun tidak semua upgrade OS menjanjikan tampilan maupun performa yang lebih baik. Hal ini karena OS terbaru kadang juga tidak begitu bug-free, masih banyak hal yang harus dilengkapi juga. Meskipun secara garis besar memang ada tujuan yang disasar, seperti tampilannya yang lebih elegan, atau lebih keamanan sistemnya terhadap serangan malware. Itupun tetap masih jadi pertanyaan, karena semua juga berkembang dan berubah.
Cek spek hardware sebelum upgrade OS laptop
Ini akan selalu menjadi prasyarat mutlak, bahwa spek hardware harus memenuhi kebutuhan dari OS yang baru. Biasanya ada disebutkan “minimum requirement” dari OS baru untuk bisa berjalan di laptop tersebut. Bila ini tidak terpenuhi biasanya proses instalasi OS tidak akan berhasil, lebih sering “hang” di tengah proses instalasi.
Memang selalu menjadi resiko saat mengupgrade OS, hardwarenya sering juga harus diupgrade. Namun paling sering hanya upgrade RAM saja, OS yang baru sudah bisa diinstal di laptop tersebut. Kebanyakan vendor OS memang selalu memberi jalan bagi laptop dengan versi yang lebih lama untuk terakomodasi dengan OS yang baru. Memang sebuah trik bisnis tentunya, agar OS terbaru bisa laku. Meskipun kadang mengorbankan beberapa fitur krusial.
Jadi jangan heran bila OS terbaru versi upgrade agak berbeda dengan yang versi OS fresh install. Ada perbedaan di backbone maupun di fitur dasarnya, sehingga tampilan mungkin sama tapi performa mungkin akan berbeda. Selalu lihat fitur yang akan dibutuhkan di OS terbaru, apakah memang benar-benar dibutuhkan atau tidak.
Backup semua data sebelum upgrade laptop
Ini akan selalu menjadi standar juga, agar melakukan backup data penting sebelum instalasi OS terbaru. Bisa jadi proses instalasi tidak berhasil, maka data yang ada tidak akan hilang. Demikian pula dengan setting system secara keseluruhan, backup ini memang bisa dari sistemnya maupun data penting lainnya. Tentunya usahakan melakukan backupnya di folder drive yang berbeda dari drive system yang akan diupgrade.
Bisa juga melakukan backupnya di tempat yang berbeda, seperti flashdisk karena bila instalasi terlanjur salah, bisa menghapus seluruh drive dalam hardisk. Tentunya ini bisa menjadi mimpi buruk bila seluruh hardisk sampai terhapus. Jadi backup data menjadi sangat penting juga sebelum upgrade OS laptop.
Tiap model laptop tentunya akan berbeda pada upgrade OSnya, misal laptop Toshiba bisa berbeda caranya dengan laptop ASUS. Demikian pula dengan merek lainnya seperti Dell, HP, Acer, Apple, Axioo, Fujitsu, Gigabyte, Lenovo, MSI, Samsung, Zyrex, masing-masing memiliki karakter sendiri-sendiri. Meskipun dalam satu merek akan sama pada tiap serinya, hanya butuh mengecek driver di tiap spek pada laptop tersebut.
Tiap model laptop tentunya akan berbeda pada upgrade OSnya, misal laptop Toshiba bisa berbeda caranya dengan laptop ASUS. Demikian pula dengan merek lainnya seperti Dell, HP, Acer, Apple, Axioo, Fujitsu, Gigabyte, Lenovo, MSI, Samsung, Zyrex, masing-masing memiliki karakter sendiri-sendiri. Meskipun dalam satu merek akan sama pada tiap serinya, hanya butuh mengecek driver di tiap spek pada laptop tersebut.