Sebenarnya banyak kasus kerusakan dan habis pakai pada laptop akibat overheating. Ini sering mengakibatkan laptop pension dini dan tidak bisa dipakai. Meskipun kadang bisa diperbaiki sering hasilnya tidak memuaskan. Bisa jadi telah tejadi kerusakan pada system pendingin dan jauh di system board laptop.
Gejala awal yang sering terjadi pada laptop dengan masalah di system pendingin biasanya laptop sering mati sendiri. Pada awalnya pasti menduga karena virus, namun setelah dicek lagi baru ketemu akibat overheating. Ini memang adanya kerusakan atau tidak berfungsinya system pendingin.
Memang tugas system pendingin sangat krusial, tidak hanya mendinginkan system laptop, juga menjaga terjadinya kerusakan system board akibat panas. Ini bisa didahului dengan panas atau overheating sebelum ada komponen di system board yang mulai soak. Biaanya baru bisa diketahui setelah system tidak berfungsi normal, atau sudah diganti system pendingin, namun laptop tetap overheating.
Ini biasanya kerusakannya sudah merambat ke jalur system board, sehingga jalur sudah rusak, meleleh dan kemungkinan terjadi konsleiting ringan. Ini yang biasanya sulit dideteksi, baru dengan perangkat, seperti avometer bisa diketahui jalur mana yang rusak di system board. Memang bukan hal yang mudah karena harus membuka chasing laptop untuk memastikan semuanya.
Sistem pendingin bertugas mencegah laptop dari overheating
Memang overheating adalah masalah yang serius, tidak hanya membuat system tidak bekerja, juga merusak system secara perlahan. Mungkin saja system akan memutus arus dengan mematikan laptop, namun lama-lama akan merembet pada kerusakan jalur di system board. Hal inilah yang membuat tugas istem pendingin menjadi penting dalam menjaga suhu laptop.
Memang system memiliki mekanisme yang sudah ditentukan saat terjadi overheating. Namun system memang tidak dibuat untuk tahan pada suhu yang tinggi. Komponen elektronik apapun bentuknya akan rusak saat mencapai suhu yang tinggi, maka sangat wajar pasti ada pendingin di perangkat yang menghasilkan panas.
Sistem pendingin mencegah kerusakan pada system board
Ada banyak komponen yang bergantung pada system pendingin. Mulai dari prosessor, graphis adapter, chipset, adalah komponen pokok yang berhubungan dengan panas. Apalagi bila system yang dipercepat atau overclock, biasanya sangat rawan terbakar komponen utamanya, meskipun sudah menggunakan system pendingin yang bagus.
Pada banyak kasus laptop yang jarang dipakai akan awet dan tahan lama, namun dengan sering dipakai tapi dijaga system pendinginnya akan awet juga. Apalagi bila program yang digunakan adalah kelas berat, seperti program editing, gaming adalah program yang bisa meningkatkan suhu komponen laptop. Ini akan membuat system pendingin bersusah payah untuk bekerja mendinginkan komponen utama. Bila mendengar suara agak lebih keras saat melakukan editing atau gaming, itu berarti laptop sudah bekerja mendekati limitnya.