Prosessor pada laptop boleh dibilang sangat jarang diupgrade, kecuali memang kondisinya rusak, baru prosessor ini diupgrade. Lagian rata-rata prosessor memiliki ketahanan yang bagus, ini terbukti dengan vendor prosessor yang rata-rata memberi garansi tiga tahun. Prosessor juga cukup mahal dan pilihan untuk mengupgrade menjadi sangat sempit.
Namun prosessor juga seperti komponen yang lain, bisa juga mengalami kerusakan. Kemungkinan yang paling sering terjadi karena overclocking pada prosessor. Meskipun bila cara overclocknya benar tidak begitu merusak kondisi prosessor. Memang masa ketahanan prosessor berkurang saat dioverclock. Penyebabnya tentunya karena overheating dan terbakar sirkuitnya, maka ini saatnya mengganti atau mungkin mengupgrade prosessor.
Mengupgrade memang bisa berkonotasi mengganti dengan komponen yang lebih baik, namun dalam hal prosessor tentunya mengganti dengan prosessor yang sejenis. Meskipun pada beberapa vendor board laptop memberi opsi untuk bisa melayani prosessor jenis lain. Namun kapasitasnya amat sangat terbatas dan kemungkinannya juga sangat kecil.
Penyebabnya kembali pada fungsi dan bentuk prosessor yang memang biasanya dibuat spesial pada board laptop. Jumlah pin, jalur FSB, kemampuan sistem pendingin adalah komponen penting yang berhubungan dengan prosessor. Jadi perubahan tipe prosessor sering tidak dimungkinkan, meskipun bisa juga ada, semuanya akan tergantung pada board laptop dan tujuan dari upgrade prosesor tersebut.
Upgrade prosessor laptop dengan jenis yang sama
Memang bagi yang hobi overclocking pada laptop, siap-siap saja prosessornya terbakar alias meleleh. Artinya siap-siap pula mengupgrade prosessornya, hal ini sering terjadi sedang prosessor adalah komponen utama. Jadi laptop bisa tidak berfngsi bila prosessornya terbakar. Lain bila baterai laptop rusak, laptop masih bisa befungsi.
Tiap jenis prosessor tentunya akan berbeda pada setiap merek laptop, misal laptop Toshiba bisa berbeda kipas prosessornya dengan laptop ASUS. Demikian pula dengan merek lainnya seperti Dell, HP, Acer, Apple, Axioo, Fujitsu, Gigabyte, Lenovo, MSI, Samsung, Zyrex, masing-masing memiliki jenis prosessor sendiri. Bahkan dalam satu merekpun akan berbeda di tiap serinya, maka harus teliti dalam mengecek seri dari laptop yang akan diupgrade prosessornya.
Cara mengganti prosessor laptop
Memang cukup rumit untuk mengganti prosessor laptop, karena tidak seperti pada sebuah PC yang mudah diakses tempatnya. Prosessor laptop terletak di mainboard laptop, dan harus membuka chasing laptop untuk mengakses board laptop ini. Membuka chasing laptop biasanya sudah cukup memusingkan, bila tidak pernah membuka chasing laptop sebelumnya, akan ada kemungkinan bagian chasing yang patah, akibat salah buka.
Memang sangat beresiko merusak chasing laptop, namun bisa juga merusak board laptop. Ini bisa jadi lebih ruwet lagi. Meskipun akan ada manual cara membuka chasing laptop, namun secara praktikal sering di luar dugaan. Merusak pin di board laptop bisa menjadi masalah besar dan lebih mahal lagi biayanya. Namun tak apalah bila ini laptop sendiri, jika rusak bisa beli laptop yang baru.
Bila sudah bisa membuka chasing laptop, maka lepas prosessor yang lama dan ganti dengan prosessor yang baru. Jangan lupa pasang prosessor tegak lurus agar pin prosessor tidak patah. Juga sebelum memasang sistem pendingin prosessor, pastikan memberi thermal paste pada bagian yang menempel di prosessor. Kemudian board dikembilkan ke keadaan semula.